City harus menunggu selama empat tahun sebelum akhirnya berhasil mendatangkan Pep Guardiola ke Eastlands. The Citizens sudah menaksir Guardiola sejak pelatih asal Spanyol itu mundur dari Barcelona pada 2012 lalu.
Namun, pinangan City tak langsung diterima oleh Guardiola. Guardiola memilih untuk istirahat melatih selama semusim, kemudian bekerja di Bayern Munich selama tiga musim.
Setelah puas bertualang di Jerman, barulah Guardiola mau bergabung dengan City. Kata "iya" dari Guardiola membuat City terpaksa menggusur manajer mereka sebelumnya, Manuel Pellegrini, yang sebenarnya tak bisa dianggap gagal.
Bersama Guardiola, City bukan cuma berharap bisa kembali menjuarai Premier League setelah terakhir jadi kampiun pada 2014. Tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu juga ingin meraih sukses di kompetisi Eropa. Saat masih dilatih Pellegrini, mereka telah menunjukkan kemajuan dengan menembus babak semifinal Liga Champions.
Setelah sukses di Barca dan Bayern, Guardiola akan menghadapi ujian yang berbeda di City. Tim yang dilatihnya tidak sedominan Barca di La Liga atau Bayern di Bundesliga. Untuk menjuarai Premier League, City harus mengungguli banyak tim rival.
Sedikitnya ada enam tim yang akan menjadi kompetitor City dalam perburuan gelar Liga Inggris musim 2016/2017. Mereka harus mewaspadai Manchester United, Arsenal, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan juara bertahan Leicester City.
Guardiola kini dituntut untuk melakukan adu taktik dengan banyak manajer top dunia lainnya, seperti Jose Mourinho (Manchester United), Antonio Conte (Chelsea), Arsene Wenger (Arsenal), Juergen Klopp (Liverpool), Mauricio Pochettino (Tottenham), hingga Claudio Ranieri (Leicester). Nama-nama seperti Slaven Bilic (West Ham United) dan Ronald Koeman (Everton) juga berpotensi merepotkan Guardiola.
Demi mendapatkan tim seperti yang dia inginkan, Guardiola telah masuk ke bursa transfer dan mendatangkan sejumlah pemain. Dia membeli Ilkay Guendogan (gelandang), Nolito (penyerang), Oleksandr Zinchenko (winger), Leroy Sane (winger), dan Gabriel Jesus (penyerang). Khusus untuk Gabriel Jesus, dia baru akan bergabung pada paruh kedua musim ini.
Hal lain yang sangat menarik untuk dinantikan adalah seperti apa gaya permainan City di bawah arahan Guardiola. Saat masih dilatih Pellegrini, City sudah menampilkan permainan yang ofensif, atraktif, dan menghasilkan banyak gol. Namun, bersama Guardiola, perubahan pasti terjadi.
Nama Guardiola menjulang berkat permainan tiki-taka saat masih membesut Barca, kemudian memodifikasinya setelah pindah ke Bayern. Pria berusia 45 tahun itu tampaknya masih akan mengandalkan gaya permainan yang berbasis pada penguasaan bola dan pressing di City.
Sulit untuk mengukur kekuatan City bersama Guardiola yang sebenarnya karena sejauh ini City baru menjalani dua laga pramusim, yaitu melawan Bayern dan Borussia Dortmund. Selain itu, beberapa pemain kunci, seperti Joe Hart dan Kevin de Bruyne, belum main setelah tampil di Piala Eropa 2016. Adapun Vincent Kompany dan Guendogan saat ini masih dibekap cedera.
Meski begitu, suporter City pastinya tetap antusias menantikan perubahan besar yang dibawa oleh Guardiola. Etihad Stadium tampaknya akan terisi penuh saat City menjamu Sunderland pada pekan pembuka Premier League, 13 Agustus nanti.










0 comments :
Posting Komentar