Catatan tersebut, seperti dirangkum UEFA.com, memperlihatkan betapa gol-gol di Euro 2016 sejauh ini masih terbilang langka (setidaknya di babak pertama).
Berikut catatan itu selengkapnya:
Gol- Dengan 1,83 gol per pertandingan, rata-rata ini adalah yang terendah sejak 1968 saat tujuh gol lahir dari lima pertandingan untuk membuahkan rata-rata 1,40.
- Jika skor terus berlanjut seperti sekarang, kendatipun rata-ratanya rendah, akan ada sekitar 93 gol. Jumlah itu melampaui 85 gol pada 2000 (meskipun saat itu ada 31 laga dan sekarang 51 laga).
- 16 dari 22 gol lahir di babak kedua. Persentasenya akan jadi 2,67 per pertandingan jika saja 45 menit pertama laga sama suburnya, dengan persentase rata-rata di dua edisi Piala Eropa sebelumnya adalah 2,4 dan 2,5.
- Ada tiga gol di injury time babak kedua, tapi tak ada di injury time babak pertama.
- Dua dari empat pemain pengganti yang mencetak gol melakukannya di satu pertandingan yang sama; Ondrej Duda dari Slovakia dan Hal Robson-Kanu dari Wales.
- Cuma dua dari 21 pencetak gol sejauh ini yang tidak mencetak gol perdananya di Piala Eropa; Bastian Schweinsteiger dan Luka Modrić.
- Gol Nani saat Portugal melawan Islandia merupakan gol yang ke-600 di putaran final Piala Eropa.
Operan- Spanyol menuntaskan 632 operan lawan Republik Ceko, tapi Swiss memiliki tingkat operan sukses tertinggi (92,3%) dengan menuntaskan 510 operan dari 553 percobaan lawan Albania.
- Spanyol mencatatkan pengusaan bola tertinggi sejauh ini dengan 67% ketika menghadapi Republik Ceko. Portugal ada di posisi dua (66%), diikuti Jerman (63%).
Tembakan- Portugal melepaskan 27 tembakan lawan Islandia, lebih banyak sembilan dibandingkan tim lain. 10 tepat sasaran dan 10 lainnya kena blok, dengan kedua angka itu sama-sama tertinggi di ranahnya masing-masing.
- Hannes Halldórsson dari Islandia membuat penyelamatan terbanyak di turnamen sejauh ini usai mementahkan 10 tembakan lawan, lebih banyak tiga dari pesaing terdekat.
- Kroasia melepaskan 11 tembakan tidak tepat sasaran, dari 18 percobaan, ketika menghadapi Turki.
Para pemain
- Kolbeinn Sigthórsson mencapai top speed tertinggi turnamen pada 31,5 km/jam. Sebagai perbandingan, Usain Bolt mencatat kecepatan maksimal 44,6 km/jam saat menorehkan rekornya di lari 100meter tahun 2009, tetapi Sigthórsson menempuh jarak 100 kali lebih banyak saat menghadapi Portugal. Para pemain Islandia juga menempati posisi dua dan tiga daftar ini--Birkir Bjarnason dan Birkir Sævarsson.
- Marco Parolo dari Italia membukukan rentang jarak terjauh dengan 12.570 meter lawan Belgia.
- Dimitri Payet menjadi satu-satunya pemain yang membuat assist sekaligus gol.
- Kiper Hongaria Gábor Király adalah pemain berumur 40 tahun pertama yang tampil di putaran final Piala Eropa untuk sektor putra maupun putri, sedangkan skuat Italia yang menghadapi Belgia punya rekor skuat tertua dengan 31 tahun dan 169 tahun.
Jumlah penonton
- Angka 46.759 berada dalam jalur menjadi jumlah penonton tertinggi rata-rata sejak turnamen ini diekspansi menjadi 16 peserta pada 1996 (putaran final 1988 di Jerman Barat memiliki rekor rata-rata 56.656 per pertandingan untuk 15 partai).







0 comments :
Posting Komentar