Dalam pertandingan yang dihelat di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Senin (20/6/2016) dinihari WIB, Prancis hanya bisa meraih hasil imbang 0-0. Les Bleus juga kalah dalam penguasaan bola 42:58.
Tapi, hasil itu sudah cukup untuk meloloskan Prancis ke babak knock outsebagai juara grup. Prancis mengoleksi nilai tujuh dengan surplus tiga gol.
Prancis lebih trengginas di babak pertama, tapi tensi permainan mereka menurun saat memasuki babak kedua. Prancis juga terlihat kesulitan untuk membuat peluang gol pada paruh kedua itu.
Tapi, ada satu potensi bagus yang ditunjukkan Prancis di laga itu. Pogba tampil gemilang dan berhak mendapatkan predikat pemain terbaik pada laga tersebut. Tampil penuh sepanjang pertandingan, gelandang serang Juventus itu membuat 72 sentuhan bola, empat tembakan dengan ua yang tepat sasaran tapi masih belum terjadi gol. Satu tembakan diblok kiper Swiss, Yann Sommer, dan satu lainnya membentur tiang.
"Paul sungguh hidup di babak pertama, jiwa dan raga. Dia tidak bisa terlalu turun ke area pertahanan lawan di babak kedua tapi dia amat berpotensi dan saya amat yakin dengan penampilan dia," kata Deschamps.
Penampilan Pogba itu dinilai cukup menjanjikan bagi Prancis saat menghadapi babak 16 besar nanti. Apalagi, dia tak tampil penuh saat Prancis menghadapi Albania. Di laga itu dia juga mendapatkan sorotan karena membuat perayaan gol yang kontroversi. Selain itu, Pogba tampil kurang sip di laga perdana melawan Rumania.
"Kami mempunyai tiga pertandingan dalam sembilan hari, itulah kenapa saya menempatkan pemain-pemain yang masih bugar pada leg pertama. Dan kami membutuhkan Pogba dalam level terbaiknya," tutur Deschamps.
"Hasil imbang itu membuat kami memuncaki papan klasemen. Dalam laga tersebut kami membuat empat peluang yang semestinya bisa berbuah gol," ucap dia.







0 comments :
Posting Komentar