Sbobet ~ Spanyol butuh waktu 87 Menit untuk bisa menjebol jala Republik Ceko. Itu semua karena pertahanan lawan yang amat rapat.
Spanyol berhasil memetik kemenangan pada laga pertamanya di grup D Piala Eropa 2016. Mereka mengalahkan Republik Ceko dengan skor 1-0 di Stadion Municipal, Toulouse, Senin (13/8).
Gol semata wayang Spanyol itu dicetak Gerard Pique pada menit ke-87. Pique berhasil menyarangkan bola melalui sundulannya hasil dari umpan Andres Iniesta dari sisi kiri.
Hal yang paling disorot pertandingan ini adalah bagaimana cara Ceko bertahan. Setidaknya mereka berhasil membuat Spanyol frustasi untuk mencetak gol.
Padahal peluang begitu banyak diciptakan skuat besutan Vicente del Bosque itu. Total, Spanyol melepaskan 18 percobaan tendangan ke gawang lawan selama pertandingan berlangsung. Bahkan Spanyol memenangkan penguasaan bola dengan 72 persen.
Selain itu, pergantian pemain yang dilakukan Del Bosque pun patut jadi perhatian, yaitu ditariknya Alvaro Morata oleh Aritz Aduriz pada menit ke-62. Pergantian itu mengubah permainan Spanyol. Dan bermainnya Morata di luar dugaan karena sebelumnya ia diragukan tampil karena baru sembuh dari cedera hamstring.
- Serangan Sayap Spanyol Berat Sebelah
Tapi di sisi lain Morata selalu berada di dalam posisi yang baik ketika turun ke bawah. Ia lihai menempatkan diri dalam posisi yang bebas walau Ceko menumpuk para pemainnya di lini belakang. Hal itu yang membuat operan-operan dari rekannya selalu sampai di kaki Morata. Selain Morata, Nolito yang menjadi winger kiri pun berada di situasi yang sama dengan Morata. Tapi posisinya yang selalu tepat selalu bisa menerima bola dengan baik.
Kecenderungan serangan Spanyol pun dialirkan melalui sisi kiri tempat Nolito berada. Detreminasi Nolito dibantu Jordi Alba yang menjadi full-back kiri pada laga tersebut. Sementara bola-bola yang didapatkan mereka adalah hasil bantuan dari Iniesta.
Soal serangan sayap Spanyol, Iniesta dan Cesc Fabregas berperan penting pada laga ini. Dua gelandang itu bergerak melebar ke sayap untuk membantu full-back dan winger. Namun serangan sayap Spanyol itu cenderung terlalu mengandalkan sisi kiri saja. Padahal kecenderungan serangan itu sudah bisa ditebak Ceko walau sangat kontributif.
- Kecenderungan serangan Spanyol melalui sisi kiri.
Pertahanan Ceko Membuat Spanyol Melakukan Segala Cara
Hanya awal pertandingan dan setelah kebobolan saja Ceko agresif menyerang, sisanya mereka memfokuskan pertahanan. Cara bertahan Ceko adalah mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2. Mereka menerapan itu dengan pertahanan yang sabar, tidak tergesa-gesa merebut bola dari Spanyol.
Para pemain Ceko hanya berupaya untuk mencegat bola dari bayang-bayang yang mereka lakukan. Sementara percobaan tekel hanya dilakukan ketika bola berada di wilayah Spanyol.
Organisasi bertahan Ceko yang paling kentara adalah di sektor sebelah kanan. Sebab itu tidak lepas dari kecenderungan serangan Spanyol ke area tersebut. Theodor Gebre Selassie yang menjadi winger sering turun ke pertahanan sisi kanan.
Sementara Pavel Kaderabek yang menjadi full-back kanan, bergerak lebih ke tengah. Kaderabek menutupi kekosongan Tomas Sivok karena mengawal Morata yang sering memancingnya keluar dari kotak penalti.
Tapi pertahanan Ceko begitu padat ketika Sivok tidak terpancing. Sehingga Nolito dan Alba harus berkerja keras menaklukan Selassie dan Kaderabek. Kedua pemain Ceko itu pun kewalahan mengantisipasi kecepatan Nolito dan Alba, apalagi Iniesta pun acapkali bergerak melebar ke area tersebut.
Kendati demikian tetap saja Spanyol kesulitan mencetak gol. Sebab bertumpuknya pemain di pertahanan Ceko membuat aliran bola mereka sering kandas. Entah itu dicegat ataupun disapu bersih bek-bek Ceko. Di depan area kotak penalti pun tidak mudah ditaklukan Spanyol. Sebab Jaroslav Plasil berada di sana untuk meringakan beban dua bek tengahnya.
Kepadatan di pertahanan Ceko membuat Spanyol melakukan segala cara untuk mencetak gol. Spanyol sudah mencoba mencetak gol melalui umpan silang, umpan terobosan dan tendangan jarak jauh, namun masih belum kunjung berhasil.
Pertahanan garis rendah Ceko mulai goyah sejak masuknya Ariz Aduritz. Tugasnya di lapangan jauh berbeda dengan Morata. Morata selalu keluar dari kotak penalti untuk memancing bek-bek lawan sehingga keduawinger dan full-back Spanyol bisa masuk ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan.
Sementara Aduritz cenderung terus berada di dalam kotak penalti ketika Spanyol menguasai wilayah lawan. Aduritz dijadikan tembok serangan Spanyol. Ia mampu menahan bola dengan baik dan kemudian dialirkan kepada rekan-rekannya.
Aduritz juga memenangkan satu duel udara di kotak penalti Ceko. Sehingga kelambanannya bisa ditutupi oleh kemampuan-kemampuannya tersebut. Apalagi posisinya diuntungkan dengan situasi pertahanan garis rendah Ceko. Sehingga serangan sayap Spanyol lebih mantap untuk terus melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Cara Serangan Balik Ceko Kurang Tepat
Ceko terlalu fokus bermain bertahan pada laga ini. Sebetulnya pertahanan garis rendah mereka memancing dua bek tengah Spanyol naik sampai wilayah Ceko. Ramos dan Pique punya tugas untuk membantu serangan Spanyol mengingat skuatnya beberapa kali buntu dan sempat beberapa kali mengalirkan bola ke belakang. Tidak hanya itu saja, kedua pemain itulah yang membangun serangan Spanyol dari lini belakang.
Ceko membangun serangan baliknya melalui David Limbersky yang menjadi full-back kiri. Ia pun membangun serangan Ceko melalui umpan-umpan pendek kepada gelandangnya di mana percobaan ini sia-sia karena percobaan serangan yang dialirkan kepada Vladimir Darida di tengah sering dihambat Fabregas. Ketika Fabregas berhasil diatasi pun masih ada Busquets yang mengadangnya.
Padahal jika Ceko pintar melepaskan umpan panjang ke depan, di sana ada Necid atau Krejci yang memiliki kecepatan mengejar untuk mengejar bola. Selain melalui serangan balik yang lamban, Ceko mendapatkan peluang dengan memanfaatkan situasi-situasi bola mati.
Andres Iniesta Sebagai Inisiator Spanyol
Spanyol memang sudah tidak diperkuat Xavi Hernandez, tapi ia meninggalkan titisannya kepada Iniesta. Di luar sumbangan asis untuk Pique, Iniesta bermain luar biasa pada laga tersebut. Serangan sisi kiri Spanyol yang dominan tidak lepas dari sentuhan-sentuhannya di lapangan.
Iniesta adalah perantara dari kombinasi pergerakan Alba dan Nolito. Alba memberikan bola kepada Iniesta sebanyak 20 kali dan kemudian diteruskan kepada Nolito. Total, sebanyak 14 kali Iniesta mengoper bola kepada Nolito dengan tepat sasaran.
- Grafis umpan-umpan Andres Iniesta. Sumber: Squawka.
Selain soal mengoper bola, Iniesta menjadi inisiator di kala serangan Spanyol buntu. Ia sadar jika beberapa umpan-umpan rekannya ke kotak penalti sering diredam lawan. Sehingga Iniesta menginiasinya dengan beberapa pecobaan dribelnya. Hal itu cukup berpengaruh karena pertahanan Ceko mulai terpancing. Atas inisiasinya itu juga ia bisa memberikan umpan kepada Pique.
Kesimpulan
Spanyol terlalu fokus menguasai sisi kanan pertahanan lawan. Memang tujuan itu bisa terealisasi karena kombinasi yang dilakukan Iniesta, Alba dan Nolito, namun hal itu membuat serangan Spanyol jadi berat sebelah. Bukan tanpa alasan jika peran Fabregas dan Juanfran terasa hambar pada laga ini. Sisi kanan Spanyol bisa lebih hidup karena mobilitas Silva yang rela bergerak lebih ke tengah.
Sementara Ceko kurang jeli melihat situasi lawan-lawannya. Sebab sebetulnya banyak yang bisa dimanfaatkan jika Ceko lebih berani melancarkan umpan-umpan panjang. Cara Ceko melancarkan serangan baliknya kurang tepat.
Dengan cara mengandalkan umpan pendek dan kemampuan individu justru lebih sering kehilangan bola. Apalagi Ceko pun beberapa kali masih melakukan kesalahan individual. Hal-hal tersebut membuat mereka terkurung lebih lama di wilayahnya sendiri.
Tapi jika pun strategi serangan baliknya mulus pun agak sulit karena David de Gea pun tampil baik pada laga ini. Bahkan ia melakukan tiga penyelamatan penting dari ancaman-ancaman yang dilancarkan Ceko.











0 comments :
Posting Komentar