Home » » Berita Bookie " Pertahanan Kaku Islandia yang Membuat Ronaldo Frustasi "

Berita Bookie " Pertahanan Kaku Islandia yang Membuat Ronaldo Frustasi "


Sbobet ~ Langkah Portugal yang merupakan salah satu tim unggulan di Grup F Piala Eropa 2016 terganjal pada laga pertama. Menghadapi Islandia, Cristiano Ronaldo dkk. harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 pada laga yang berlangsung Rabu, 15 Juni 2016, dinihari WIB.

Portugal sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu melalui gol Luis Nani pada babak pertama, tepatnya pada menit ke-31. Namun Islandia berhasil menyamakan kedudukan ketika babak kedua baru berjalan lima menit lewat gol yang dicetak Birkir Bjarnason.

Portugal begitu mendominasi permainan sepanjang laga. Mereka unggul penguasaan bola hingga 72%. Total 26 tembakan pun berhasil mereka lepaskan. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka harus puas dengan satu poin saja.

  • Pertahanan Kaku Islandia
Islandia menjalani laga ini dengan menyadari bahwa mereka kalah kelas dari Portugal. Karenanya skuat asuhan duet Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson ini tak meladeni permainan menyerang Portugal dengan permainan terbuka. Skema serangan balik menjadi pilihan, di mana ini menjadi cara mereka menyama kedudukan.

Saat bertahan, Islandia lebih memilih untuk menunggu datangnya bola ke area pertahanan mereka. Ketika bola serangan Portugal masih berada di belakang atau di tengah lapangan, mereka langsung membentuk formasi 4-4-2 di area mereka sendiri, dengan pergeseran yang kaku.

Bentuk pertahanan Islandia yang kaku pada formasi 4-4-2 tidak berarti negatif. Sistem seperti ini dimaksudkan agar setiap jarak antarpemain tetap terjaga. Islandia tampak ingin membuat setiap para pemain Portugal yang menguasai bola selalu mendapatkan pengawalan dari dua hingga tiga pemain.


Situasi di mana Islandia mempertahankan formasi 4-4-2 ketika bertahan tanpa pressing agresif.

Islandia tak memberikan pressing agresif pada pemain Portugal yang menguasai bola jika bola tersebut masih berada di tengah. Bahkan ketika pemain Portugal berhasil mengirimkan bola ke sepertiga akhir pun para pemain Islandia cenderung bersabar menunggu momen yang tepat untuk melakukan tekel ataupun intersep.

Bentuk pertahanan kaku ini sebenarnya cukup efektif untuk meredam Cristiano Ronaldo yang begitu mengedepankan aksi individu. Karenanya tak jarang Ronaldo dikepung oleh dua hingga tiga pemain saat menguasai bola, utamanya ketika di area depan kotak penalti.

Tekel baru dilancarkan para pemain Islandia ketika bola serangan Portugal memasuki area depan kotak penalti. Ini untuk meminimalisasi umpan daerah ke kotak penalti dari tengah. Apalagi dengan adanya dua pemain hingga tiga pemain, jika pemain Islandia yang melakukan tekel gagal merebut bola, masih ada pemain lain yang siap meng-cover.

Dengan skema seperti ini, setidaknya Portugal kesulitan menciptakan peluang terbuka dari kotak penalti. Mayoritas peluang emas Portugal dihasilkan dari umpan silang ataupun umpan direct dari belakang ke kotak penalti seperti salah satu peluang yang diciptakan Ronaldo. Jika menciptakan peluang dari tembakan jarak jauh yang tampaknya menjadi cara utama Portugal untuk membobol gawang Islandia, tembakan tersebut lebih sering membentur para pemain Islandia yang mendobel area pertahanan di tengah.

  • Grafis tembakan Portugal yang berhasil diblok.
Transisi Bertahan ke Menyerang Portugal yang Lambat


Total 26 tembakan yang diciptakan Portugal membuktikan bahwa sebenarnya peluang bagi skuat asuhan Fernando Santos ini tak sedikit. Bahkan sembilan di antaranya on target. Namun hanya satu gol saja yang berhasil mereka ciptakan.

Penyelesaian akhir lini depan Portugal yang mengandalkan Ronaldo memang patut menjadi sorotan. Sejumlah peluang terbuka di mulut gawang gagal dieksekusi dengan baik sehingga Portugal kesulitan menciptakan gol.

Portugal sendiri sebenarnya tak memanfaatkan bentuk pertahanan Islandia yang kaku dengan serangan balik. Karena ketika Islandia melakukan serangan, pertahanan kaku ini akan ditinggalkan di mana Islandia mengandalkan empat pemain untuk menyerang.

Saat itulah lini pertahanan Islandia rentan ditembus. Transisi dari menyerang ke bertahan Islandia cukup lambat. Bahkan mereka cenderung lebih memilih melakukan pelanggaran pada pemain Portugal agar memiliki waktu untuk kembali pertahanan dan membangun lini pertahanan di area mereka sendiri dengan formasi 4-4-2. Tercatat Islandia melakukan 17 pelanggaran pada laga ini, Portugal hanya Sembilan kali.

Namun Portugal melakukan transisi bertahan ke menyerang yang lambat. Umpan-umpan pendek dilancarkan dengan begitu sabar. Hal ini justru memberikan waktu bagi Islandia menyusun pertahanan mereka.

Serangan cepat pun sebenarnya menjadi cara terciptanya gol Portugal. Dengan operan-operan cepat ini melalu kombinasi Andre Gomes dan Vieirinha, celah di lini pertahanan Islandia karena terpancing untuk menghentikan bola.

  • Proses terjadinya gol Nani.
Pada gambar pertama, Gomes yang menerima bola langsung meneruskannya tanpa dikontrol pada Vieirinha ke sisi kanan. Ini membuat bek kiri Islandia, Ari Skulason, terpancing dan menciptakan celah (gambar 2). Vieirinha lantas memberikan bola pada gomes yang mengisi celah tersebut. Untuk mengisi kekosongan tersebut, bek tengah Islandia, Ragnar Sigurdsson, bergeser untuk menutup Gomes (gambar 3). Namun Gomes berhasil mengirimkan umpan pada Nani yang tanpa kawalan sehingga bisa menyambut bola dan mencetak gol.

Skema ini jarang terjadi di peluang Portugal lainnya. Portugal justru lebih sering berputar-putar memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya untuk memancing pertahanan Islandia. Namun hal tersebut tak efektif dengan pertahanan Islandia yang kaku pada posisinya masing-masing.

Mengandalkan Ronaldo yang di Bawah Performa
Islandia bermain sebagai sebuah tim yang solid, khususnya ketika bertahan. Dengan pertahanan kaku, Portugal lebih sering berputar-putar untuk memancing para pemain Islandia keluar dari pakemnya. Namun hal tersebut tak berhasil.

Sementara itu Portugal lebih terlihat sebagai one man team. Ronaldo benar-benar diandalkan dalam setiap serangan Portugal. Namun penyerang Real Madrid tersebut sedang dalam penampilan yang buruk.

Ronaldo menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak, 10 tembakan. Namun dari 10 tembakan tersebut, hanya satu tembakan saja yang mengarah ke gawang, ketika sundulannya di mulut gawang pelan sehingga mampu diamankan kiper Islandia, Thor Haldorsson.

Bergantungnya Portugal pada Ronaldo terlihat dengan alur serangan Portugal yang selalu diarahkan pada Ronaldo. Bahkan dengan peran free role-nya, Ronaldo kerap turun hingga ke tengah lapangan untuk menjemput bola.

  • Heatmap Ronaldo. Sumber: whoscored
Pergerakan Ronaldo ini tak dibarengi dengan pergerakan pemain lain yang cair. Praktis hanya Nani yang sering terlihat meninggalkan posnya di depan untuk membuka ruang atau menerima bola. Hal ini tentunya memudahkan lini pertahanan Islandia yang hanya menunggu bola.

Kesimpulan

Pertahanan kaku Islandia membuat lini pertahanan Islandia cukup sulit ditembus oleh aksi-aksi individu Ronaldo ataupun Nani. Dengan tak melakukan pressing dan tekel agresif, mereka berhasil meminimalisasi Portugal untuk menciptakan peluang emas.

Sementara itu Portugal terlalu mengandalkan Ronaldo. Peluang emas pun gagal dimaksimalkan mantan penyerang Manchester United ini. Penampilannya yang sedang di bawah performa bisa jadi salah satu penyebab Portugal harus puas dengan satu poin pada laga ini.

Meskipun begitu, Portugal tentunya harus melepaskan ketergantungan pada Ronaldo. Atau bagi pelatih Portugal, Fernando Santos, ia harus bisa meredam Ronaldo yang selalu ingin menguasai bola. Karena perlu dicatat, saat gol Nani tercipta, serangan Portugal tersebut tak melibatkan Ronaldo. Ini menjadi cerminan bahwa tak selamanya Portugal harus bergantung pada Ronaldo.

Share this article :

0 comments :

www.pokeryuks.com

 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |