Home » » Berita Bookie " Efektivitas The Three Lions yang Dipertanyakan "

Berita Bookie " Efektivitas The Three Lions yang Dipertanyakan "


Sbobet ~ Inggris hampir saja mencatatkan sejarah dengan menang di pertandingan pembuka Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sembilan kesempatan terakhir. Sebuah gol tendangan bebas spektakuler dari Eric Dier harus buyar di injury time karena gol balasan Rusia yang dicetak oleh Vasili Berezutski.

Skor akhir 1-1 di Stade Velodrome, Marseille, kembali mengingatkan kita semua bahwa Inggris mah suka gitu, pandai mengecewakan ekspektasi yang mereka bangun sendiri.

Beberapa sorotan kepada Roy Hodgson adalah buruknya pergantian pemain yang ia lakukan dan kegagalannya menahan serangan Rusia di menit akhir yang sebenarnya mudah ditebak.


Gambar 1 – Susunan sebelas pemain utama Inggris dan Rusia dengan angka yang ditunjukkan adalah usia dan jumlah caps mereka

Duel Antara Energi dan Pengalaman

Melihat susunan 11pemain pada gambar 1 di atas, hanya kapten Wayne Rooney yang merupakan pemain berpengalaman di Inggris. Sementara Rusia memainkan rata-rata pemain yang sudah berpengalaman terutama pada posisi penjaga gawang dan duet bek tengah mereka.

Harapan untuk melihat solidnya pertahanan Rusia yang sudah bermain bersama selama lebih dari satu dekade sebenarnya tercermin dari skor akhir, tetapi tidak selama pertandingan. Igor Akinfeev (usia 30 tahun) yang didukung oleh Sergei Ignashevich (36) dan Berezutski (akan berusia 34 tahun pada 20 Juni nanti) di depannya selalu terlihat bisa ditembus oleh para pemain Inggris.


Gambar 2. Grafis dribel Inggris. Sumber: FourFourTwo Stats Zone

Inggris yang memakai 4-3-3 dengan kecepatan di sayap yang didukung oleh kedua full-back mereka, berhasil melakukan 23 dribel sukses dari 31 usaha dribel mereka (74%). Kyle Walker menjadi pemain yang paling sering melakukan dribel dengan 6 kali.

Pendekatan Inggris dalam melakukan serangan adalah melalui sayap untuk kemudian mengoper ataupun melakukan dribel ke tengah.

Pada akhirnya Inggris berhasil mencetak 15 tembakan dengan 5 yang on target. Ini berbanding jauh dengan Artem Dzyuba dkk yang hanya berhasil mencetak 5 tembakan dengan satu saja yang tepat sasaran.

Jika bukan karena ketenangan Akinfeev yang mencetak 4 buah penyelamatan, gawang Rusia bisa saja kebobolan sampai setidaknya tiga gol.

Pergerakan Harry Kane yang Terus Membuka Ruang

Meskipun gagal mencetak gol dan menembak dengan tepat sasaran (3 shot off target), Harry Kane tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjadi penyerang tunggal bagi Inggris.


Gambar 3. Grafis operan yang diterima oleh Harry Kane, menunjukkan ia sering mendapatkan bola di wilayah yang lebih melebar. Sumber: FourFourTwo Stats Zone

Peran Kane yang sering melebar memang seperti tidak terlihat, tapi sebenarnya dialah yang kerap kali membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk bisa masuk dari wilayah sayap ke wilayah tengah, terutama untuk Adam Lallana yang semalam berhasil mencetak 3 tembakan dari pergerakannya di sebelah kanan.

Selain itu, kemampuannya untuk menahan permainan dan pemahaman yang baik dengan beberapa pemain kunci dalam penyerangan seperti kedua full-back, Dele Alli, dan Rooney, akan semakin membuat Inggris bisa terus menemukan ruang di depan.

Didukung dengan sistem yang tepat, dalam hal ini adalah 4-3-3 alih-alih 4-4-2 berlian, permainan Inggris bisa menjadi lebih cair dan alami untuk para pemain, terutama yang bisa kita sama-sama lihat di babak pertama. Dengan sistem ini juga Hodgson tidak perlu kepusingan mencari posisi terbaik Rooney, jika memang ia tidak mau mencadangkannya, tanpa harus mengorbankan pemain lain seperti Alli dan Dier.

Tapi Hodgson Tetap Harus Fleksibel

Jika melihat Inggris yang bisa terus-menerus menembus pertahanan Rusia dengan mendapatkan ruang yang kebanyakan dibuka oleh Kane, yang Inggris butuhkan adalah pemain yang bisa lebih memanfaatkan peluang.

Sebenarnya Hodgson bisa saja memasukkan Jamie Vardy di babak kedua menggantikan Raheem Sterling yang tidak terlihat efektif pada pertandingan ini (lihat gambar 4). Vardy tentunya, di atas kertas, bisa lebih dipercaya untuk memanfaatkan peluang terutama pada babak kedua ketika finishing Inggris benar-benar terlihat frustrasi.


Gambar 4. Alur operan Inggris yang menunjukkan bahwa kebanyakan serangan Inggris berhenti di Raheem Sterling. Sumber: Opta via @11tegen11

Namun memasukkan Jack Wilshere dan James Milner (menggantikan Rooney dan Sterling) justru menurunkan tempo permainan Inggris, meskipun mereka sudah unggul. Hal ini malah mengundang Rusia untuk lebih menekan Inggris, di mana pada saat yang bersamaan juga Inggris tidak bisa lagi mengandalkan kecepatan untuk mencuri serangan balik dan memperlebar keunggulan.

Di babak kedua, garis pertahanan Rusia lebih naik, dan mereka mendapatkan manfaat yang besar menjelang akhir pertandingan. Dzyuba berkali-kali bisa memperdaya Chris Smalling dan Gary Cahill di babak pertama, yang ia butuhkan adalah dukungan yang lebih banyak dari rekan-rekannya, dan ia mendapatkannya di akhir babak kedua.

Inilah kenapa sebenarnya Vardy memang lebih cocok berada di bangku cadangan untuk kemudian membuat dampak yang nyata ketika masuk pada babak kedua, ia bisa menyediakan kecepatan sekaligus pengambilan posisi yang lebih natural ketika Inggris menghadapi lawan yang garis pertahanannya naik dan bisa dieksploitasi dengan kecepatan dan bola panjang.

Kehilangan Konsentrasi di Akhir Laga

Konsentrasi Inggris mulai buyar di akhir laga ketika Rusia terus menekan Inggris. Pertahanan Inggris yang ketinggalan untuk menjaga Berezutski pada situasi bola mati pada akhirnya membuat mereka harus kebobolan.


Gambar 5. Alur operan Rusia yang terlalu banyak bermain di belakang. Sumber: Opta via @11tegen11

Rusia sebenarnya tidak memiliki formula yang tepat terutama soal membangun serangan. Mereka mudah sekali didikte oleh lini tengah Inggris, terutama Dier yang bertindak sebagai gelandang bertahan tunggal.

Praktis dengan tertinggal dan pertandingan sudah mencapai akhir, mereka hanya harus mengirimkan bola sesering mungkin ke mulut gawang Joe Hart, dan mereka mendapatkan hasilnya di menit ke-92.

Smalling dan Cahill terlihat terlalu terdistraksi dan mulai kelelahan di akhir laga. Mereka malah lupa untuk menjaga salah satu pemain yang berbadan tinggi (Berezutski) pada situasi set piece.

Hal Positif: Wayne Rooney Bisa Memimpin Lini Tengah Inggris

Ini adalah pertanyaan terbesar menjelang Piala Eropa 2016: Bagaimana Hodgson memainkan Rooney di timnya? Pada saat melawan Portugal di pertandingan pemanasan terakhir mereka, formasi 4-4-2 berlian yang menempatkan Rooney di puncak berlian di belakang Vardy dan Kane sepertinya bukan menjadi jawaban, karena ini juga sekaligus akan mematikan Alli yang tidak bisa berbuat banyak.

Semalam, Hodgson memainkan Rooney di posisi gelandang dengan ditemani oleh Alli di sampingnya dan Dier di belakangnya.


Gambar 6. Grafis permainan Wayne Rooney dan Eric Dier. Sumber: FourFourTwo Stats Zone

Kemampuan operan pemain berusia 30 tahun ini untuk menyambungkan permainan dari sayap ke sayap sangat terlihat membahayakan. Perannya juga sangat terasa dari posisi yang lebih dalam dengan 85% operan sukses (47 operan tepat sasaran dari 55) dan menghasilkan dua operan kunci.

Saat ia tidak sedang menguasai bola juga patut disorot dengan kinerjanya untuk senantiasa melakukan track-back. Hal ini lah yang kemudian membantu Dier untuk mencetak 4 sapuan, 3 intersep, dan 89% operan sukses. Permainan Rooney secara tidak langsung membuat Dier mendapatkan salah satu penampilan terbaiknya sepanjang kariernya.

Kesimpulan

Di samping pertandingan itu sendiri, sebenarnya cerita sesungguhnya dari pertandingan ini masih terus berlanjut setelah peluit akhir berbunyi melalui kerusuhan yang terjadi di Marseille.

Namun kembali ke pertandingan, dari seluruh analisis di atas, tetap saja kita harus kembali kepada kesimpulan. Hasil 1-1 sejujurnya terasa seperti kekalahan bagi Inggris. Mereka mendominasi permainan sejak babak pertama tapi terus kerepotan untuk mencetak gol.

Permainan Rusia yang tidak terlalu spesial juga tidak membuat Inggris bisa memecah kebuntuan di babak kedua. Meskipun mereka mendapatkannya melalui tendangan bebas Eric Dier, tetapi Roy Hodgson kemudian malah menurunkan tempo permainan dengan memasukkan pergantian pemain yang menimbulkan pertanyaan.

Pada akhirnya Inggris kehilangan konsentasi di menit ke-92. Ini adalah pelajaran berharga bagi Inggris sekaligus Rusia yang harus bisa membangun serangan dengan lebih terukur lagi ke depannya.

Share this article :

0 comments :

www.pokeryuks.com

 

© AGEN BOLA ONLINE | CASINO ONLINE | TOGEL ONLINE | TANGKAS | AGEN BOLA TERPERCAYA
| © SukaJudi88 |