Titel Premier League 2015-16 dipastikan jadi milik Leicester seiring ketidakmampuan Tottenham Hotspur, satu-satunya rival tersisa dalam perebutan gelar juara, meraih kemenangan saat dijamu Chelsea. Kedua tim cuma berimbang 2-2, Selasa (3/5/2016) dinihari WIB.
Saat kota Leicester berpesta, sekitar 9.500 kilometer ke arah timur, tepatnya di Bangkok, Thailand, ada biksu-biksu yang turut bergembira. Rohaniawan Buddha itu memang sudah rutin memberi sokongan spesial buat Sbobet
"Ini bukan mengenai magic," kata Phra Prommangkalachan, seorang biksu yang rutin diterbangkan ke Inggris untuk mendoakan pemain-pemain Leicester, saat diwawancara Sbobet
"Kami cuma bisa memberikan dukungan spiritual. Kami percaya itu membantu para pemain agar tetap sehat, terhindar dari cedera, juga agar fokus. Tapi mereka tetap harus bermain dengan baik," sebutnya.
Vichai Srivaddhanaprabha, hartawan Thailand pemilik Leicester, merupakan penganut agama Buddha. Ia secara rutin sudah menerbangkan sekitar satu lusin biksu ke Inggris untuk mayoritas partai kandang timnya. Sebelum kick-off ada rutinitas pemberkatan dari para biksu itu dengan cara mencipratkan air suci ke kaki para pemain. Mereka juga terus mengiringi permainan Leicester, di sebuah tempat khusus di stadion King Power Stadium untuk pertandingan-pertandingan kandang dan di kuil mereka di Bangkok pada laga tandang, dengan untaian doa.
Kebiasaan itu sendiri sejatinya sudah dilakukan sejak musim lalu, saat Leicester sedang berjuang untuk menyelamatkan diri di Premier League, dan berlanjut sampai musim ini ketika 'Si Rubah' juara.
"Budi baik Vichai sudah membantu lahirnya dukungan dari para penggemar sepakbola di penjuru dunia, yang sudah menjadi kekuatan buat Leicester City," kata biksu Prommangkalachan kepada Reuters.








0 comments :
Posting Komentar